Teks
Pengaruh story telling boneka tangan terhadap penurunan tingkat kecemasan hospitalisasi pada anak usia 3-6 tahun di ruang melati rsud dr. R. Koesma tuban
STUDI LITERATUR TENTANG METODE TENTANG STORYTELLING BONEKA TANGAN DAN TINGKAT KECEMASAN HOSPITALISASI PADA ANAK USIA 3 SAMPAI 6 TAHUN
Yuly Wahyu Susilowati1, Mariyatul Qiftiyah2, Dyah Pitaloka3
1,2,3 Program Studi Ners STIKES Nahdlatul Ulama Tuban yulywahyu9499@gmail.com
Abstrak
Hospitalisasi merupakan suatau proses yang karena suatu alasan yang berencana atau darurat, mengharuskan anak untuk tinggal di rumah sakit, menjalani terapi dan perawatan samapai pemulangan kembali ke rumah. Berbagai perasaan yang sering dialami anak, yaitu : cemas, marah, sedih takut, dan rasa berasalah. Kecemasan hospitalisasi merupakan kondisi emosional yang tidak menyenangkan yang di tandai oleh perasaan-perasaan subyektif yang di tandai dengan kekhawatiran. Anak yang mengalami cemas dan setres akan terjadi peningkatan kortisol, yang mana kortisol tersebut akan menghambat pembentukan antibodi, menurunkan sel darah putih dan imunitas tubuh. Adanaya penekanan sistem imun inilah nampaknya akan mempengaruhi penghambatan proses penyembuhan. Sehingga memerlukan waktu perawatan yang lebih lama jika anak mengalami kecemasan. Terdapat berbagai metode untuk menurunkan tingkan kecemasan hospitalisasi anak salah satunya adalah storytelling boneka tangan.
Metode penelitian yang digunakan adalah dengan studi literatur menggunakan analisis PICOS (PICOS framework). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa efektif metode storytelling Boneka Tangan dan tingkat kecemasan hospitalisasi anak. Hasil dari penelitian ini adalah dari 10 jurnal yang telah di review menunjuksn bahwa dengan melakukan storytelling boneka tangan sangat efektif memberi sugesti kepada anak ntuk rileks dan terlalut Sehingga dapat mengurangi tingkat kecemasan hospitalisasi anak
Kata kunci : storytelling boneka tangan, Kecemasan, hospitalisasi
Tidak tersedia versi lain